Mandy Harvey AGT 2017 – Seorang Tunarungu Inspiratif

Mandy Harvey AGT 2017 merupakan salah satu kata kunci yang banyak dicari orang via kanal berbagi video Youtube. Siapakah Mandy Harvey? Baca sejenak ulasan berikut sebelum menyaksikan videonya ya…

Mandy Harvey memukau para juri di AGT (America’s Got Talent) 2017. Tak tanggung-tanggung, Golden Buzzer (tombol emas) pun didapatkannya dari juri paling kritis dan sulit ditaklukkan, Simon Cowell, si pemilik AGT.

Mandy Harvey memang pantas mendapatkan tombol emas, yang meloloskannya langsung ke babak semifinal ajang America’s Got Talent, karena bukan sekadar suaranya yang bening (khas pengisi suara film-film Disney), tetapi ia seorang tunarungu, alias tak dapat mendengar sama sekali. Di samping itu, kemauannya untuk bangkit melalui masa-masa sulit hidupnya, memberinya nilai plus sebagai kontestan dalam ajang tingkat dunia itu.

simon cowell bertanya kepada mandy harvey agt 2017

(via youtube.com)

Mundur sejenak dalam masa lalunya, Mandy Harvey, lahir 2 Januari 1988. Sempat studi di Pendidikan Musik Vokal di Colorado State University (CSU). Pada usia 18 tahun, Mandy terpaksa meninggalkan studi yang amat dicintainya karena kehilangan pendengarannya. Mandy limbung dan kehilangan rasa percaya diri yang cukup parah.

Tahun 2006-2007 merupakan tahun-tahun sulit baginya. Secercah cahaya muncul. Pada tahun 2008, Cynthia Vaughn, gurunya di CSU, mengunjunginya. Motivasi Vaughn membangkitkan gairah musik Mandy. Atas rekomendasi Vaughn pula, selama beberapa tahun, Mandy mendapat tempat sebagai additional musician seorang pianis jazz terkenal Mark Sloniker di Jay’s Bistro di Fort Collins. Kesempatan itu semakin memperkaya kemampuan bermusik Mandy Harvey.

Mandy Harvey sempat membuat beberapa album, seperti “Smile” (2009), yakni album yang diproduksinya sendiri. Album ini mendapatkan pujian dari kritikus jazz. Album ketiganya “All of Me” (2014) dirilis pada bulan November 2014.

Pada tahun 2011, Mandy berhasil memenangkan VSA International Young Soloist Award, dan kembali pada tahun 2014 untuk melakukan konser penuh di Kennedy Center.

Lalu, di tahun 2017 ini, Mandy muncul di America’s Got Talent. Pada ajang pencarian bakat nomor satu di dunia itu, Mandy menyanyikan lagu yang ditulisnya sendiri, berjudul: “Try”, dengan menggunakan ukulele, dan dibantu dengan pemain keyboard serta bass.

Nah, saat tampil di America’s Got Talent 2017 itu, Mandy tampil dengan bantuan seorang penterjemah yang berdiri di dekat Simon Cowell.

Ketidakmampuan mendengar membuat Mandy tak bisa mendengar beat musik. Itu sebabnya Mandy melepaskan sepatunya. Itu membantunya mendengar beat musik melalui getaran pada lantai.

mandy harvey agt 2017 tampil tanpa alas kaki

(via youtube.com)

Sebelum perform, kontestan tanpa pendengaran penuh ini berkata kepada para juri:

“Setelah saya kehilangan pendengaran saya, saya sempat menyerah. Tapi, saya ingin berbuat lebih banyak dengan hidup saya daripada sekadar menyerah. Setelah masa tidak berkinerja, saya kembali belajar menyanyi dengan menggunakan alat seperti visual tuners, dan tampil tanpa memakai sepatu agar bisa merasakan beat lagu melalui getaran lantai.”

Akhirnya, lagu Try ciptaanya sendiri itu, mampu menggugah para juri dan semua penonton, yang kemudian melakukan standing ovation bagi Mandy.

Seusai memeluk Mandy di atas panggung, Simon Cowell pun berujar: “Penampilan Mandy adalah salah satu hal paling menakjubkan yang pernah saya lihat dan saya dengar.”

Bahkan, kini para pemirsa Amerika meramalkan, Mandy Harvey bakal keluar sebagai juara AGT 2017 ini. Tentu saja untuk itu, solois tunarungu di AGT 2017 ini harus menyingkirkan kontestan hebat lainnya seperti Demian Aditya (Magician Indonesia) dan Will Tsai (Magician Taiwan). Patut untuk ditunggu…

Salut untuk Mandy Harvey yang menjadi inspirasi bagi kita, bahwa selagi raga dan napas masih ada, tidak ada yang tidak mungkin untuk diraih asalkan bekerja keras melalui semua rintangan, dan menggapai impian!

Lihat video Mandy Harvey AGT 2017 :

 

Video Mandy Harvey AGT 2017 ini telah ditonton lebih dari 18 juta kali, dan dikomentari hingga 20 ribu lebih.

 

 

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *